Headlines News :
Dreamland Beach is a tourist spot located in the south of Bali, which is located within ....... Read Full Post
1 2 3 4 5 6

Kafe Jepun Sanur

Written By Admin on 3.26.2012 | 19:47

Cafe Jepun terletak di kawasan Sanur yang selalu ramai dikunjungi wisatawan lokal maupun manca. Meskipun bernama Cafe Jepun, bukan berarti cafe ini menyediakan masakan Jepang. Cafe ini justru menawarkan berbagai macam menu Indonesia dan Asia seperti risoto, cap cay, dan mie. Cafe ini juga menyediakan beberapa hidangan yang harus Anda coba. Letaknya tidak jauh dari Resto Massimo dan Apa Kabar Resto.

Selain makanan, cafe ini juga menyediakan berbagai macam minuman yang terbuat dari kopi, salah satunya adalah Espresso dan Capuccino, ada juga kopi lainnya yang menjadi favorit para tamu. Tidak hanya itu, setiap malam ada hiburan live music yang akan menemani santap malam kita. Jam buka pukul 10.00 - 22.00 WITA.

Pura Taman Ayun

Taman Ayun diterjemahkan sebagai taman yang indah. kolam yang luas disekeliling pura dulunya sering dipakai oleh dayang-dayang puri kerajaan dengan perahu kecil. kolam ini pula yang ternyata aga menyulitkan gw waktu mencari angle tuk mengabadikan kecantikan pura ini, karena dikelilingi pagar dan tidak boleh dilewati. Taman ayun terletak di desa Mengwi Badung, sekitar 18 km barat laut Denpasar (atau 25 menit jika berkendaraan).Mengutip pemaparan sebuah sumber, Pura Taman Ayun dibangun pada abad 17 (konon dibangun tahun 1634) oleh raja pertama Kerajaan Mengwi Tjokerda Sakti Blambangan dengan arsitek yang berasal dari cina. Awalnya pura ini didirikan karena pura2 yang saat itu tersedia jaraknya terlalu jauh untuk dijangkau oleh masyarakat Mengwi. Pura Taman Ayun dibangun dengan tiga fungsi. pertama sebagai Pura penyawangan/pengayatan sehingga masyarakat Mengwi yang ingin sembahyang ke pura2 besar seperti Besakih, Batukaru, dan Batur cukup datang ke pura ini. kedua, sebagai pemersatu dari masyarakat dengan beberapa garis keturunan yang sama2 beribadah ditempat ini. dan ketiga pura ini memiliki fungsi ekonomi karena kolam yang mengelilingi pura jg dipakai sebagai air irigasi untuk mengairi sawah2 di sekitar pura. keberadaan pura ini, oleh masyarakat dan pemerintah setempat diajukan ke The World Heritage Center (UNESCO) untuk dijadikan salah satu world heritage / warisan budaya dunia, dimana hasilnya dapat diketahui sekitar Feb 2007 – Juni 2008.

Pura Besakih

Pura Besakih adalah sebuah komplek pura yang terletak di Desa Besakih, Kecamatan Rendang Kabupaten Karangasem, Bali, Indonesia. Komplek Pura Besakih terdiri dari 1 Pura Pusat (Pura Penataran Agung Besakih) dan 18 Pura Pendamping (1 Pura Basukian dan 17 Pura Lainnya). Di Pura Basukian, di areal inilah pertama kalinya tempat diterimanya wahyu Tuhan oleh Hyang Rsi Markendya, cikal bakal Agama Hindu Dharma sekarang di Bali, sebagai pusatnya. Pura Besakih merupakan pusat kegiatan dari seluruh Pura yang ada di Bali. Di antara semua pura-pura yang termasuk dalam kompleks Pura Besakih, Pura Penataran Agung adalah pura yang terbesar, terbanyak bangunan-bangunan pelinggihnya, terbanyak jenis upakaranya dan merupakan pusat dan semua pura yang ada di komplek Pura Besakih. Di Pura Penataran Agung terdapat 3 arca atau candi utama simbol stana dari sifat Tuhan Tri Murti, yaitu Dewa Brahma, Dewa Wisnu dan Dewa Siwa yang merupakan perlambang Dewa Pencipta, Dewa Pemelihara dan Dewa Pelebur/Reinkarnasi. Pura Besakih masuk dalam daftar pengusulan Situs Warisan Dunia UNESCO sejak tahun 1995.

Filosofi

Keberadaan fisik bangunan Pura Besakih, tidak sekedar menjadi tempat bersemayamnya Tuhan, menurut kepercayaan Agama Hindu Dharma, yang terbesar di pulau Bali, namun di dalamnya memiliki keterkaitan latar belakang dengan makna Gunung Agung. Sebuah gunung tertinggi di pulau Bali yang dipercaya sebagai pusat Pemerintahan Alam Arwah, Alam Para Dewata, yang menjadi utusan Tuhan untuk wilayah pulau Bali dan sekitar. Sehingga tepatlah kalau di lereng Barat Daya Gunung Agung dibuat bangunan untuk kesucian umat manusia, Pura Besakih yang bermakna filosofis.
Makna filosofis yang terkadung di Pura Besakih dalam perkembangannya mengandung unsur-unsur kebudayaan yang meliputi:
  1. Sistem pengetahuan,
  2. Peralatan hidup dan teknologi,
  3. Organisasi sosial kemasyarakatan,
  4. Mata pencaharian hidup,
  5. Sistem bahasa,
  6. Religi dan upacara, dan
  7. Kesenian.
Ketujuh unsur kebudayaan itu diwujudkan dalam wujud budaya ide, wujud budaya aktivitas, dan wujud budaya material. Hal ini sudah muncul baik pada masa pra-Hindu maupun masa Hindu yang sudah mengalami perkembangan melalui tahap mitis, tahap ontologi dan tahap fungsional.

Objek penelitian

Pura Besakih sebagai objek penelitian berkaitan dengan kehidupan sosial budaya masyarakat yang berada di Kabupaten Karangasem Provinsi Bali.
Berdasar sebuah penelitian, bangunan fisik Pura Besakih telah mengalami perkembangan dari kebudayaan pra-hindu dengan bukti peninggalan menhir, punden berundak-undak, arca, yang berkembang menjadi bangunan berupa meru, pelinggih, gedong, maupun padmasana sebagai hasil kebudayaan masa Hindu.
Latar belakang keberadaan bangunan fisik Pura Besakih di lereng Gunung Agung adalah sebagai tempat ibadah untuk menyembah Dewa yang dikonsepsikan gunung tersebut sebagai istana Dewa tertinggi.
Pada tahapan fungsional manusia Bali menemukan jati dirinya sebagai manusia homo religius dan mempunyai budaya yang bersifat sosial religius, bahwa kebudayaan yang menyangkut aktivitas kegiatan selalu dihubungkan dengan ajaran Agama Hindu.
Dalam budaya masyarakat Hindu Bali, ternyata makna Pura Besakih diidentifikasi sebagai bagian dari perkembangan budaya sosial masyarakat Bali dari mulai pra-Hindu yang banyak dipengaruhi oleh perubahan unsur-unsur budaya yang berkembang, sehingga memengaruhi perubahan wujud budaya ide, wujud budaya aktivitas, dan wujud budaya material. Perubahan tersebut berkaitan dengan ajaran Tattwa yang menyangkut tentang konsep ketuhanan, ajaran Tata-susila yang mengatur bagaimana umat Hindu dalam bertingka laku, dan ajaran Upacara merupakan pengaturan dalam melakukan aktivitas ritual persembahan dari umat kepada TuhanNya, sehingga ketiga ajaran tersebut merupakan satu kesatuan dalam ajaran Agama Hindu Dharma di Bali.

Artikel disunting dari wikipedia

Batubulan Village

Written By Admin on 3.24.2011 | 15:36

The village is included within the scope of Sukawati District Gianyar Regency of Bali Province. Batubulan village was originally known as an agricultural village that is rich in the arts including the art of Dance and Art Carving. Strukutur agrarian society and culture that is informed by Hinduism became the basis of village community life Batubulan. Batubulan very famous as the object of a typical Barong Dance Tour. The village is situated on the path to Denpasar - Gianyar approximately 10 km from Denpasar and 21 km from Gianyar. Every day the archipelago of foreign tourists and can watch the Barong Dance performances in five areas including: Sadewa, Sila Candra, DENJALAN. Besides, the tourists also can see the stone sculptor Rock make the statues for decorating homes, hotels, crossroads, bridges and temples.

Bali Bird Park

Bali Bird Park is the best and most comprehensive bird park in Indonesia. There are about 1,000 birds of 250 species of birds. The collection of Java, Bali, Sumatra, Sulawesi, Kalimantan, Papua, Asia and America. All of the rare birds are protected.
Security and maintenance are very secure because it is always monitored by a specialized vet and his team are alert at all times. Guaranteed free from bird flu. Enjoy the latest facilities in the form of Avian 4D Theatre. Address at Jl. Sergeant Major Cok Ngurah Gambir, Singapadu - Batubulan, Gianyar. Phone: 0361 - 299352 / 299344 with the opening hours of hours of 8:00 a.m. to 5:00 p.m. to go to buy a ticket for Rp 60,000 .-
With entertainment and restaurant facilities as well as Retail and Photo Shop.

REPTILE jungle
Reptile park is one location with the Bali Bird Park. Their collection consists of dragons, snakes, crocodiles, turtles, etc.. Everything is selected collection of the owner. With an average ticket price of Rp 50,000 .- open from 08.00 - 18.00.
For those of you who reptile enthusiast this place is perfect for you because her collection was chosen. Please visit here.

Bali Art Centre

Written By Admin on 3.23.2011 | 19:52

Bali Art Centre - Werdhi Cultural Park is located in Jalan Nusa Indah Denpasar is one of the largest and most complex for cultural performance in Bali where the Bali Arts Rapid annually held at this place. Designed by Bali's leading architecture that is Ida Bagus Tugur, this place was designed based on temple architecture and architecture Palace in Bali. Basically Cultural Park is split by a river from east to west is divided into 4 complexes:
1. Sacred Complex includes Pura Beji Park, Selonding Bale, Bale Pepaosan etc.
2. The complex includes the Library Widya Kesuma calm
3. The complex includes a half crowded Mahudara Exhibition Hall, Building Crafts, Sculpture Studio, House of Arts and Wantilan.
4. The complex includes lively Open Stage Ardha Candra and closed Ksirarnawa Stage

Kopi Bali House

Cafes that had stood since five years ago it became the first pioneer to cafe / coffee house that presents a pure menu and collection of goods associated with coffee. In addition to various coffee menu is provided, there is also a menu of international foods that can accompany a cup of coffee. Diverse menu such as coffee mochacinno coffee, coffee mocha, white mocca, frozen cappuccino and frozen vanilla latte. Not only the purity of coffee can be enjoyed here, also available various coffee-related products such as real coffee beans, cups and teapots for coffee and coffee machines penghalus. There was even a display of antique past sweetener room, which can also be purchased if the price of suitability. Visitors can also enjoy the gallery which consists of products such as candles and perfume of coffee, coffee berlukiskan shoes are also various paintings of coffee unijk and difficult to find elsewhere. Bali Coffee House also offer civet coffee is coffee that comes from the 'dung coffee' civet (civet) is known to be very enjoyable and also expensive. Because the seed-eating mongoose Arabica coffee is really good at choosing coffee terbaijk on instinct as eating coffee. Bali Coffee House located at 1. Shops Graha Niaga Sanur No. 4 and 2. Jl.By Pass Ngurah Rai Sanur 405e. Phone: 0361-270990 ... open from the hours of 07:30 to 23:30 the average price set menu at the Rp 20,000 - Rp 200,000

Pura Luhur Uluwatu

Pura Luhur Uluwatu is one of six main temples in Bali. It lies on top of a steep cliff with a height of 75 meters above sea level, making it an incredible sight when looking at the waves hitting the cliff wall and enjoy the sunset light at the end of the sea surface. While enjoying the Kecak dance which is usually held near sundown. In the area of ​​even this group of monkeys that live agile and quite nosy. So beware of your belongings, especially the shiny accessories such as jewelry, glasses, etc. so as not stolen monkeys. This temple is opened to the public from the hours of 8:00 a.m. to 9:00 p.m. with parking facilities and food stalls available.

Shop

More on this category »

Restaurant

More on this category »

Beach

More on this category »

Popular Posts

Kafe

More on this category »

Pura

More on this category »

Culture

More on this category »

Recreation

More on this category »
 
Copyright © 2011. Bali Information - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website Inspired Wordpress Hack
Proudly powered by Blogger